Minggu, 25 Oktober 2009

Adik iparku yang montok

Cerita ini bermula dari suatu minggu siang ketika aku ke rumah mertuaku, saat itu rumah sepi hanya ada Vera adik iparku yang berusia 25 tahun, yang aku yakin dia juga memendam hasrat yang sama denganku, karena berulang ulang kulihat sorot matanya yang bergairah sambil memperlihatkan tubuhnya yang mulus dan susunya yang montok itu ketika dia ganti baju di depanku...... maka siang itu nekat aku ke rumah mertua yang aku tahu pasti sepi karena menghadiri pernikahan di Semarang, ketika aku masuk ke dalam rumah kulihat Vera masih tiduran di kamar yang pintunya terbuka dan hanya mengenakan daster tipis. Ketika aku masuk kamar dan duduk di pinggir ranjang, dia masih asyik membaca koran minggu, dan tidak menghiraukan aku yang saat itu kontolku sudah ngaceng karena melihat dasternya tersingkap sampai ke batas paha. ahh, mulusnya...., lalu sambil lalu kupegang pahanya mulai dari betis naik ke paha..., dengan takut takut kuelus elus pahanya, dan ketika kulihat dia masih juga asyik membaca ( pura pura membaca padahal sudah menunggu adegan selanjutnya, begitu katanya setelah kami selesai bercinta ), nekat kuciumi pahanya..., eh, dia malah menggeliat sambil membuka kedua pahanya, nampaklah kini olehku celana dalam tipis warna hitam yang dulu kubelikan. aku masih terus menciumi pahanya sambil membuka risleting celanaku, sehingga aku juga hanya memakai celdam dengan ****** yang sudah sangat tegang meminta untuk segera dimasukkan ke liang senggama..., dan ketika ciumanku sampai ke daerah vaginanya, diah mendesah... ssshhh..shhhh..., matanya merem melek, sambil kujilati sekitar paha sebelah dalam, tanganku bergerak memelorotkan celana dalamnya, kini nampaklah olehku memek dengan rambut hitam pekat yang menebarkan aroma yang sangat merangsang..., jilatan dan ciuman aku teruskan, kusibak rambut yang menutupi liang vaginanya, vagina yang sudah basah kucium, kujilati kelentitnya.. dia semakin mendesah, menggeliat geliat bagai cacing kepanasan.., sssshh.. ssshhhh...,, aduh masssss,.... terus... terus....., sambil terus mebuka lebar lebar kedua pahanya...., sementara tanganku tidak tinggal diam, tangan kiri naik keatas mencengkeram susunya yang ternyata tanpa mengenakan BH....., tangan kananku kutusukkan pelan pelan ke dalam lubang memeknya yang benar benar sudah basah kuyup....., ssshhhh...shhh.. desahnya berulang ulang... ayo masssssss.... aku sudah tidak kuat lagi..... desahnya......
masukkan masssss... masukkan...., kontolku sudah sangat tegang..... Akhirnya dengan sekali gerakan, kupelorotkan celdamku, lalu kusingkap daster yang masih menutupi sebelah atas tubuhnya...., ssssssshhhh.., ayolah masssss...sssshhhhh...., kini liang senggamanya dengan kontolku sudah berhadapan, tapi tidak langsung kumasukkan,
kusenggol senggol bibir vaginanya dengan ujung kontolku... hal ini semakin membuatnya mendesah desah... aduhhhhhh massssss....... tangannya memegang
kontolku, dituntunnya untuk memasuki lubang vaginanya..... dan ketika.... blesssssss... dia mendelik sambil menjerit kecil... ahhhhhhh..... segera kugenjot kontolku lebih
dalam lagi.... dan kutarik pelan pelan.. hal ini semakin membuatnya mendesah desah tidak karuan... ahhhhhh ahhhhhh... sssshhhhhh... terus... terus.........dan semakin cepat
gerakan kontolku, dia mengimbanginya dengan goyangan yang sangat luar biasa..... ternyata dia lebih liar dibandingkan isteriku, tubuhnya lebih montok, lebih mulus
dengan vagina yang ditumbuhi rambut yang sangat lebat sehingga semakin menambah kenikmatanku dalam menyetubuhinya......setelah sekitar lima belas menit kugenjot
kontolku...... dengan satu gerakan kasar, dan teriakan kecil... dia menjerit.... aduh massssssssss.... aku dapet nihhhh.. terus massssss... pahanya semakin kuat menjepit
tubuhku.... dan...... ahhhhhhhhhhh......shhhhhhhhhhhh... sambil mencium bibirku, dengan napas yang memburu, dia mencapai klimaksnya..... hhmmmmmmhhhh....hmmmmmmmhhhhhh...... sambil kutekan kuat kuat kontolku di dalam vaginanya....... terasa cairan sperma yang menumpukpun sudah mau keluar....
akhirnya dengan satu kali genjotan yang kuat muncrat juga spermaku membasahi dinding senggamanya... ahhhhhhhhhhhhh..........., maka sejak saat itu, kami selalu mencuri curi kesempatan untuk melakukannya... dan hal itupun kami lakukan walau saat itu rumah lengkap dengan isteri dan anakku yang tidur di rumah mertua...., tetapi kalau hasrat dan gairah sudah memuncak, Vera tidak dapat dikendalikan lagi... dia pasti menyusulku yang tidur di ruang tamu..... sungguh nikmatnya bercinta dengan adik ipar......